ASN Bikin Petisi untuk Sri Mulyani

ASN Bikin Petisi untuk Sri Mulyani

ASN Bikin Petisi untuk Sri Mulyani,Keputusan pemerintah menetapkan tunjangan hari raya (THR) bagi aparatur sipil negara (ASN), TNI, dan Polri hanya sejumlah gaji pokok tanpa menyertakan tunjangan kinerja (tukin) membuat geram para ASN itu sendiri.

Hal tersebut terlihat dari petisi yang muncul di situs change.org dengan judul “THR & Gaji-13 ASN 2021 Lebih Kecil dari UMR Jakarta: Kembalikan Full Seperti Tahun 2019.”

https://bradford-online.com/

AGEN388 INDONESIA

Petisi tersebut pertama kali terbit empat hari silam atau sejak Kamis, 29 April 2021 oleh seseorang bernama Romansyah H. Hingga hari ini, Senin (3/5/2021), petisi tersebut telah ditandatangani 17.690 orang dari target 25.000 orang.

1. Pemerintah dinilai ingkar janji terkait besaran THR 2021

THR Cuma Gapok, ASN Bikin Petisi untuk Sri MulyaniIlustrasi THR 

Petisi tersebut diawali dengan pernyataan Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati tentang keputusan pemerintah memberikan THR dan gaji ke-13 ASN dengan besaran gaji pokok dan tunjangan melekat, tanpa tukin dan intensif lainnya.

 

Sri Mulyani pun kemudan danggap ingkar janji dengan dkeluarkannya pernyataan tersebut.

 

“Hal ini berbeda dengan penyataan dan janji beliau sendri pada bulan Agustus tahun 2020 yang menjelaskan bahwa THR dan Gaji 13 ASN Tahun 2021 akan dbayar full dengan Tunjangan Kinerja sebagaimana telah dlakukan d Tahun 2019,” tulis Romansyah dalam petisi tersebut.

2. Tidak ada kejelasan terkait pergeseran anggaran untuk THR dan gaji ke-13 2021

THR Cuma Gapok, ASN Bikin Petisi untuk Sri MulyaniIlustrasi. Membuat anggaran. google

Dalam petisi itu juga dsebutkan bahwa pemerintah dalam hal ini Kementerian Keuangan (Kemenkeu) tidak secara gamblang menjelaskan ke mana anggaran pencairan THR 2021 dalihkan.

“Tidak ada alasan jelas dari Kementerian Keuangan terkait ke mana dgesernya anggaran THR yang sudah dtetapkan pada d akhir tahun 2020 tersebut, yang tiba-tiba berubah pada tahap pencairan,” bunyi petisi tersebut.

3. Petisi meminta pemerintah merevisi besaran THR ASN 2021

THR Cuma Gapok, ASN Bikin Petisi untuk Sri Mulyaniilustrasi 

Maka dari itu, petisi tersebut meminta agar Presiden Joko “Jokowi” Widodo untuk merevisi besaran THR 2021 bagi ASN.

Adapun alasannya adalah untuk bisa mendukung program pemerintah dalam peningkatan belanja konsumsi lebaran dan tahun ajaran baru 2021.

“Kami meminta Presiden Jokowi untuk meninjau kembali besaran THR dan gaji-13 ASN tahun 2021 agar memasukkan unsur tunjangan kinerja (atau tunjangan dengan nama lain yg berlaku d setiap K/L) sebagaimana yang sudah dterapkan d tahun 2019.”

Selain itu, petisi juga mendorong anggota DPR meminta penjelasan dan pertanggungjawaban kepada Sri Mulyani terkait adanya perbedaan janji dan pelaksanaan pencarian THR dan gaji ke-13 2021.

4. Curhat orang-orang yang menandatangani petisi THR ASN 2021

THR Cuma Gapok, ASN Bikin Petisi untuk Sri MulyaniSejumlah Aparatur Sipil Negara (ASN) menandatangani petisi sebagai ikrar netralitas ASN pada Pilkada serentak tahun 2020 d Batam, Kepulauan Riau, Senin (19/10/2020). ANTARA FOTO/Teguh prihatna

Beragam alasan dkemukakan orang-orang yang menandatangani petisi tersebut. Salah satunya adalah seseorang dengan nama pengguna ASN Non Kemensultan.

ia mengungkapkan betapa sabar dan menderitanya PNS d daerah atau yang bekerja d pemerintah daerah (pemda) sejak tahun lalu dengan nilai tunjangan yang drasionalisasi.

Selain itu, ia juga kecewa dengan pembayaran THR dan gaji ke-13 tahun ini yang hanya sejumlah gaji pokok saja.

“Lebih baik ngaca dulu kalau mau koar-koar ke swasta untuk ngasih THR Penuh tanpa potong, sedangkan dri sendri gaji pegawai sendri dbawah UMP. Ibu kota Negara Pindah dbela-bela, ngasih kesejahteraan pegawai dkurang-kurangin. Mohon dcatat: Pancasila sila ke 5- Keadlan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia, jangan Kemensultan selesai bagi bagi insentif gila-gilaan, d tempat lain d suruh ngelus dada doang,” tulis ASN Non Kemensultan.

Lain halnya dengan Adtya Gumilar yang meminta pemerintah untuk memberikan hak ASN secara penuh dan tidak menyamaratakan seluruh ASN.

“Jangan dsamaratakan PNS itu semua makmur, masih ada mereka-mereka yang sedang merangkak dari bawah. Terlebih d saat pandemi seperti ini, kami butuh hak kami dberikan secara penuh,” tulisnya.

5. Sri Mulyani pastikan pembayaran THR bagi ASN tahun ini sama dengan tahun lalu

THR Cuma Gapok, ASN Bikin Petisi untuk Sri MulyaniMenteri Keuangan, Sri Mulyani. 

Sebelumnya dberitakan, Sri Mulyani memastikan bahwa pembayaran THR bagi ASN, TNI, Polri, dan pensiunan tahun ini sama dengan tahun lalu.

Dengan demikian, pemerintah, sambung Sri Mulyani, tidak menyertakan tunjangan kinerja dalam pembayaran THR ASN, TNI, Polri, dan pensiunan.

Pasalnya, pemerintah memiliki pos-pos pengeluaran dadakan akibat pandemik COVID-19 sehingga mengharuskan mereka melakukan banyak perubahan anggaran.

ASN Bikin Petisi untuk Sri Mulyani,Sri Mulyani mencontohkan seperti penambahan anggaran program prakerja yang tadnya Rp10 triliun pada 2020 menjad Rp20 triliun pada tahun ini. Kemudan juga anggaran subsid kuota internet dan bantuan produktif bagi usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).

“Serta tambahan imbal jasa penjaminan UMKM yang sekarang ini jumlah kredt yang dkucurkan mencapai Rp60,8 triliun. Ini semua adalah alokasi APBN yang memerlukan anggaran tahun 2021 yang tadnya memang belum ada,” terangnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *