Dibayangi Varian Baru COVID-19

Dibayangi Varian Baru COVID-19

Dibayangi Varian Baru COVID-19 Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dibuka melemah 5 poin pada perdagangan pagi ini. Dilansir Bloomberg, rupiah berada di level Rp14.445 atau melemah 0,03 persen.”Potensi pergerakan rupiah hari ini antara Rp14.430-Rp14.500,” ungkap Pengamat Pasar Keuangan Ariston Tjendra kepada bradford-online , Selasa (4/5/2021).

Support by Agen388 INDONESIA

1. Rupiah masih berpotensi tertekan hari ini

Dibayangi Varian Baru COVID-19, Rupiah Dibuka Melemah Level Rp14.445

Menurut Ariston, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS masih berpotensi tertekan hari ini. Kekhawatiran terhadap penularan varian baru COVID-19 di kawasan Asia Tenggara bisa menjadi alasan pelemahan tersebut.

“Varian baru ini lebih cepat menginfeksi manusia dibandingkan varian sebelumnya,” kata dia.

2. Data manufaktur dan inflasi April bisa menjaga kurs rupiah

Dibayangi Varian Baru COVID-19, Rupiah Dibuka Melemah Level Rp14.445

Di sisi lain, kata Ariston, membaiknya data aktivitas manufaktur dan stabilnya angka inflasi pada April di Indonesia bisa membantu menjaga rupiah tidak terlalu melemah. Selain itu, yield obligasi AS tenor 10 tahun yang kembali menurun ke kisaran 1,60 persen.

“Ini juga bisa membantu menjaga rupiah tidak terlalu melemah,” ungkapnya.

3. Lonjakan kasus COVID-19 masih mencemaskan pasar

Dibayangi Varian Baru COVID-19, Rupiah Dibuka Melemah Level Rp14.445

Pada penutupan perdagangan kemarin, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS dtutup melemah tipis 5 poin. Dilansir dari Bloomberg, rupiah melemah 0,03 persen d level Rp14.450.

Menurut Drektur PT TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi, pasar masih mencemaskan lonjakan kasus COVID-19 d tingkat global, terutama India.

Meskipun saat ini kasus COVID-19 d Indonesia cukup terkendali, kataia, masyarakat imbau tetap waspada agar kejadian seperti d India tak menimpa Indonesia.

“India saat ini mencatatkan rata-rata kasus harian melampaui 300 ribu kasus. Kalau Indonesia sampai seperti India, pasti aktivitas akan terpaksa dbatasi,” kata Ibrahim.

Menurut Ariston, pasar keuangan dbayangi oleh kekhawatiran lonjakan kasus COVID-19 d dunia. Hal itu bisa menghambat pemulihan ekonomi.

“Kekhawatiran ini bisa menahan penguatan rupiah d akhir pekan lalu dan bisa menekan rupiah hari ini,” ungkapnya.

4. Pemulihan ekonomi di berbagai negara memberikan optimisme ke pelaku pasar

Dibayangi Lonjakan Kasus COVID-19, Rupiah Melemah di Level Rp14.464 

D sisi lain, lanjut Ariston, pemulihan ekonomi yang mulai tampak d sebagian negara d dunia, termasuk Indonesia, masih memberikan optimisme ke pelaku pasar.”Ini bisa menahan pelemahan hari ini,” kata Ariston.

5. Rupiah menguat pada perdagangan akhir pekan lalu

Dibayangi Lonjakan Kasus COVID-19, Rupiah Melemah di Level Rp14.464 Ilustrasi Uang Rupiah 

Pada penutupan perdagangan akhir pekan lalu, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS dtutup menguat tipis 5 poin. Mengutip Bloomberg, rupiah berada d level Rp14.445 dari penutupan sebelumnya d level Rp14.450.

Menurut Drektur PT TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi, stabilitas sistem keuangan Indonesia dapat terjaga d tengah tekanan pandemik COVID-19 sepanjang 2020. Hal itu jadi salah satu sentimen yang menguatkan rupiah.

Selain itu, berbagai respons kebijakan yang dlakukan juga telah mampu menopang ekonomi domestik semester II-2020 lebih baik dbandngkan semester I-2020.

“Ini tercermin dari pasar keuangan yang relatif stabil serta ketahanan perbankan yang tetap terjaga, baik dari sisi permodalan, likuidtas, maupun profitabilitas,” ungkap Ibrahim.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *