Kades di Pamekasan Ancam Bakar Jika Warga Pakai Produk Prancis

Kades di Pamekasan Ancam Bakar Jika Warga Pakai Produk Prancis

Viral, Kades di Pamekasan Ancam Bakar Jika Warga Pakai Produk Prancis

Kades di Pamekasan Ancam Bakar Jika Warga Pakai Produk Prancis – Gerakan boikot produk bermerek dagang Prancis terus merebak di berbagai tempat, buntut pernyataan Presiden Prancis yang menyinggung sebagian umat Islam karena dianggap telah menghina Islam.

Bupati Pamekasan Baddrut Tamam akan memanggil Kepala Desa (Kades) Panaguan, Kecamatan Proppo, perihal Poker Deposit Pulsa 10000 beredarnya surat edaran yang mengajak warga Desa Panaguan memboikot produk asal Prancis. Surat edaran itu viral karena berisi ajakan supaya masyarakat di Desa Panaguan tidak menggunakan atau mengonsumsi produk-produk dari Prancis.

Sebagai penolakan umat muslim atas polemik karikatur Nabi Muhammad SAW belakangan ini. Bahkan, sang kepala desa disebut-sebut akan membakar jika warga memakai produk negeri mode itu.

Bupati Pamekasan berencana panggil kades Panaguan

Agar aturan pemdes itu tidak menjadi bola liar, Baddrut berencana memanggil kades Panaguan. Dia ingin mendengarkan langsung penjelasannya terlebih dahulu, mengenai surat edaran yang sudah tersebar hingga viral itu. “Kami akan koordinasi. Saya tanya-tanya dulu ke Pak Kadesnya,” kata dia.

Bupati sebut surat edaran di poin ketiga salahi hukum

Dalam surat edaran yang ditandatangani Kades Panaguan Daud Samsidin, ada tiga poin. Pertama, ajakan mengosongkan toko dan warung dari produk Prancis.

Kedua, warga desa dilarang mengonsumsi produk Prancis, dan ketiga apabila melanggar kesepakatan akan diberikan teguran hingga dibakar.

“Ya itu, kalau dari sudut pandang hukum ya gak benar, ya. Di poin tiga itu, lho (dibakar),” ujar Baddrut, Selasa, 3 November 2020.

Bupati Pamekasan akan tanyakan kevalidan surat dan minta penjelasan secara rinci

Baddrut belum dapat memastikan kevalidan surat tersebut, karena itu, dia meminta waktu agar Pemkab Pamekasan berkoordinasi lebih dahulu dengan pemdes Panaguan, karena dalam surat itu tertera kop surat desa.

“Itu kop surat desa itu. Ini saya tanya dulu, saya panggil dulu kadesnya biar jelas gimana duduk persoalannya. Saya tanya dulu gimana persoalannya biar jelas,” pungkas dia.

Suara penolakan atau memboikot produk Prancis terus menggaung di dunia internasional, khususnya di negara-negara Islam, termasuk Indonesia. Penolakan ini sebagai bentuk protes atas ucapan Presiden Prancis Emmanuel Macron yang memojokkan umat muslim, pasca-pembunuhan seorang guru di negaranya lantaran kasus penghinaan kepada Nabi Muhammad SAW.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *