Virtual Photoshoot yaitu Tren Fotografi yang Lahir di Tengah Pandemik

Virtual Photoshoot yaitu Tren Fotografi yang Lahir di Tengah Pandemik

Virtual Photoshoot yaitu Tren Fotografi yang Lahir di Tengah Pandemik

Virtual Photoshoot yaitu Tren Fotografi yang Lahir di Tengah Pandemik – Sebuah pemotretan adalah istilah yang menggambarkan proses yang diambil oleh materi dan model yang menghasilkan makhluk tujuan visual yang telah ditentukan diperoleh. Contohnya bisa menjadi model yang berpose untuk fotografer di studio atau lokasi luar ruangan. 

Pemotretan adalah rangkaian gambar yang diambil, dengan tujuan mendapatkan gambar yang kemudian dapat ditempatkan ke pasca produksi, atau diedit. Gambar-gambar ini kemudian digunakan untuk iklan cetak / digital, jaminan bisnis, atau hanya untuk penggunaan pribadi.

Pemotretan amatir lebih mungkin dilakukan di bawah pengaturan Trade-For-Portfolio (TFP), sedangkan pemotretan profesional untuk merek atau produk cenderung merupakan pengaturan berbayar. Dengan daftar idn poker apk  pemotretan TFP, sering kali kesepakatan bahwa setiap orang yang terlibat dalam pemotretan akan menerima gambar beresolusi tinggi yang diedit sebagai bentuk pembayaran.

Adanya pandemik COVID-19 mau tidak mau memaksa kita untuk menjadi kreatif. Terkurung di rumah selama berbulan-bulan untuk self-quarantine tentu membuat kita bosan setengah mati. Tetapi, dari pandemik ini pula, lahirlah tren bernama virtual photoshoot.

Virtual photoshoot merupakan sesi foto jarak jauh antara fotografer dan model yang difasilitasi oleh laptop, smartphone, kamera, dan koneksi internet. Salah satu fotografer yang menekuni virtual photoshoot adalah Safirah Ishami.

Fotografer profesional yang kini berdomisili di Tangerang, Banten ini membagikan suka-dukanya selama menjalani virtual photoshoot dalam beberapa bulan terakhir.

1. Bermodal laptop, kamera, smartphone dan koneksi internet saja

Virtual Photoshoot, Tren Fotografi yang Lahir di Tengah PandemikFira — sapaannya, awalnya mengetahui virtual photoshoot dari postingan Instagram Jihane Almira. Puteri Indonesia Pariwisata 2020 ini mengunggah foto virtual photoshoot yang dijepret oleh Michael Fabian Cools.

Berawal dari pandemik saat semua orang harus melakukan self quarantine dan tidak bisa pergi ke mana-mana, akhirnya lahirlah tren virtual photography. Menurut Fira, tren yang berasal dari luar negeri ini dilakukan dengan video call, lalu menangkap layar (screenshot).

Alat yang dibutuhkan untuk mengeksekusi virtual photoshoot tidak terlalu banyak. Fotografer hanya membutuhkan laptop, kamera, dan tentunya koneksi internet untuk melakukan video call lewat Skype. Sementara, model hanya membutuhkan smartphone dan tripod agar stabil dan tak berguncang.

2. Konsep dan properti disesuaikan dengan apa yang ada di rumahUntuk menyusun konsep virtual photoshoot, fotografer dan model akan saling berdiskusi. Mengikuti kampanye #dirumahaja, sebisa mungkin properti dan wardrobe memakai apa yang ada di rumah. Menurut Fira, rata-rata modelnya memakai pakaian bergaya kasual.

Fira mengakui kalau perjuangan model lebih “susah” dari fotografer di virtual photoshootEffort model 70 persen, sementara fotografer “hanya” 30 persen. Ini karena model yang harus mengatur setting tempat, menata posisi kamera, memilih tempat dengan pencahayaan baik, hingga memulas make up.

Khusus untuk timing, cahaya matahari paling baik adalah saat golden hour, yakni pagi di jam 08:00 atau sore di jam 15:00-17:00. Kalau bisa, model mendapatkan direct light dan memposisikan diri di dekat jendela atau tempat yang disinari matahari secara langsung.

3. Sinyal menjadi kendala utama virtual photoshoot

Virtual Photoshoot, Tren Fotografi yang Lahir di Tengah Pandemik

Sebisa mungkin, virtual photoshoot diadakan saat sinyal dalam kondisi baik. Jika tidak, videonya akan berubah menjadi kotak-kotak seperti mozaik dan berpengaruh pada hasil foto.

Menurutnya, sesi foto paling cepat dilakukan dalam 30 menit dan paling lama 1,5 jam. Virtual photoshoot akan dipermudah jika sang model sering melakukan selfie. Sehingga, ia tahu angle terbaiknya dari arah mana dan harus berpose seperti apa.

Dari sekian banyak sesi virtual photoshoot yang telah ia jalani, Fira mengatakan kalau yang paling sulit adalah foto maternity. Ia mengaku sedikit kesulitan untuk mengarahkan gaya, takut kliennya tidak nyaman, dan sebagainya. Meski challenging, untungnya klien menyukai hasil fotonya.

4. Optimis ada masa depan cerah untuk virtual photography

Virtual Photoshoot, Tren Fotografi yang Lahir di Tengah Pandemik

Walau berawal dari sekadar iseng untuk membunuh waktu saat #dirumahaja, kini virtual photoshoot semakin berkembang. Semakin banyak brand yang berani membayar mahal untuk virtual photoshoot untuk campaign mereka. Belum lagi, semakin banyak kompetisi dan lomba terkait virtual photography. Bisa jadi, suatu saat nanti virtual photography akan menjadi genre fotografi khusus.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *