Wisata Curug di Kaki Gunung Salak

Wisata Curug di Kaki Gunung Salak

Rekomendasi Wisata Curug di Kaki Gunung Salak, Hidden Gems-nya Bogor

Wisata Curug di Kaki Gunung Salak – Bogor dikenal dengan surganya wisata air terjun atau yang dalam bahasa Sunda disebut Curug. Hal ini tak mengherankan mengingat topografi wilayah ini sebagian besar berupa dataran tinggi pegunungan. Mengeksplorasi Bogor gak akan pernah ada ujungnya. Terutama kalau kamu berniat menyambangi destinasi curug di Kota Hujan tersebut.

Di kawasan kaki Gunung Salak, menjadi salah satu lokasi surganya air terjun tersembunyi. Mulai dari yang masih benar-benar alami, hingga yang mulai naik daun karena keeksotisannya. Nah, berikut ada rekomendasi wisata curug di sekitar kaki Gunung Salak yang wajib kamu kunjungi. Butuh perjuangan sih untuk login poker uang asli sampai ke lokasi curug ini. Namun, pesona yang ditawarkan dijamin sepadan!

Curug Tengah

Masih satu lokasi dengan Curug Puraseda, Curug Tengah adalah rekomendasi hidden waterfall berikutnya di kaki Gunung Salak. Dari Curug Puraseda, kamu cukup melanjutkan trekking ke arah bukit di sisi kiri Curug Puraseda. Jalur yang cukup terjal menuntut kamu harus lebih ekstra hati-hati saat melewatinya.

Tiba di Curug Tengah, kamu akan disuguhi pemandangan curug yang tak biasa. Bentuk Curug Tengah ini sedikit berbeda dengan curug pada umumnya karena alirannya berkelok di salah satu sisi sehingga tampak seperti perosotan di water park. Sedangkan di ujung aliran curug, air memancar begitu deras.

Curug Idas atau Curug Cikuluwung 2

Jika ingin mencari curug dengan kolam air yang lebih besar, dari Curug Cikuluwung, kamu bisa sekalian mampir ke Curug Idas karena lokasinya cukup dekat. Yang menarik, saat ini Curug Idas telah berganti nama menjadi Curug Cikuluwung 2 karena ada kejadian kelam yang menyertainya.

Kabarnya, dulu ada seorang penduduk setempat bernama Bapak Idas yang meninggal di aliran air sungai Cikuluwung. Demi memenuhi keinginan keluarga Bapak Idas untuk mengganti nama curug tersebut, maka warga di sekitar curug sepakat untuk menggantinya menjadi Curug Cikuluwung 2.

Di balik kisah kelam itu, pesona Curug Idas memang bak permata. Air kolam yang menampung aliran air dari curug tampak berwarna pirus atau biru kehijauan. Karena ukuran kolam yang terbilang cukup luas, kamu bisa bermain air di sini sepuasnya. Seperti halnya di Curug Cikuluwung, kamu diwajibkan memakai pelampung jika tidak bisa berenang.

Curug Puraseda

Dinamakan Puraseda karena curug ini terletak di desa Puraseda, kecamatan Leuwiliang, Bogor. Akses ke curug tersebut hanya bisa dilewati dengan kendaraan roda dua karena kondisi jalan yang sempit dan sedikit berbatu. Dari tempat parkir kendaraan, kamu masih harus berjalan kaki selama kurang lebih 30 menit.

Curug Puraseda memiliki aliran air terjun yang tidak terlalu deras dan sungainya pun dangkal. Kamu bisa jumpai banyak batu-batu besar di sekitar aliran sungai. Jadi, sangat aman untuk berendam atau berbasah-basahan.

Di tebing sebelah kiri Curug Puraseda sebetulnya masih ada satu curug lagi yang bisa kamu nikmati. Hanya saja curug tersebut belum memiliki nama resmi sehingga pengunjung biasanya hanya akan menghabiskan waktu di Curug Puraseda.

Curug Cikuluwung

Beralih ke desa Cibitung Wetan, kecamatan Pamijahan. Ada air terjun kece yang terletak di antara dua tebing batu. Namanya Curug Cikuluwung. Tebing bebatuan yang mengapit curug tersebut terlihat sangat artistik, berwarna cokelat kehitaman, dan tampak berkilau karena terkena cipratan air dari aliran sungai.

Di kawasan Curug Cikuluwung, ada tiga buah kolam air. Kolam pertama tepat berada di bawah aliran air terjun yang terlarang untuk berenang karena kedalaman kolam yang konon belum diketahui secara pasti.

Kolam kedua dan ketiga ada di aliran sungai setelah kolam pertama. Di sini pengunjung diizinkan berenang, namun pastikan kamu memiliki kemampuan berenang yang baik, atau sebaiknya memakai pelampung yang disediakan pengelola jika kamu gak mahir berenang.

Akses kendaraan menuju Curug Cikuluwung terbilang mudah. Tapi, seperti curug tersembunyi lainnya, dari loket masuk curug, kamu harus berjalan kaki sebelum tiba ke lokasi. Jalurnya curam, melewati turunan dengan bantuan jembatan kayu.

Curug Ciampea

Terakhir, ada Curug Ciampea. Perjalanan ke curug yang berlokasi di desa Tapos, kecamatan Tenjolaya ini gak kalah menantang. Kamu hanya bisa menggunakan kendaraan roda dua untuk sampai ke kawasan Curug Ciampea.

Curug Ciampea memiliki debit air yang gak begitu deras. Kolam di bawahnya pun memiliki kedalaman maksimal satu meter saja. Jadi, bakal sangat aman buat kamu menikmati kesegaran air yang begitu jernih dan dingin di curug tersebut. Hanya saja dasar kolam adalah bebatuan sungai yang sedikit sakit bila diinjak.

Gimana? Terbukti bukan curug-curug di atas sangat worthy buat dikunjungi meski aksesnya terbilang gak mudah? Ayo, bagi yang ngaku anak curug, wajib banget main-main ke rekomendasi curug tersebut. Semoga bermanfaat dan selamat jalan-jalan!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *